1. Rendah hatiKarakter ini membuat seorang guru berpikiran terbuka serta mudah menerima hal-hal baru. Di depan siswa atau sesama guru ia terus terang jika tidak tahu. Maklum ditengah pesatnya pertumbuhan dan akses kepada informasi, semua orang benar-benar mesti belajar kembali dan bersedia menjadi seorang pembelajar. Hal ini membuat ia menjadi mitra belajar yang mengasyikkan bagi siswa dan sesama guru. Karakter rendah hati juga menjadi pembuka jalan bagi masuknya ilmu baru. Di sebuah sekolah jika semua gurunya rendah hati akan terjadi transfer ilmu dan terbentuk komunitas pembelajar, karena semua orang dihargai dari apa kontribusi tenaga dan ilmunya dan bukan dari seberapa seniornya ia di sekolah.
2. Pandai mengelola waktu
Sebagai seorang yang bekerja dengan administrasi serta tugas mengajar yang banyak setiap minggunya, guru dituntut untuk pandai mengelola waktu. Bukan cuma siswa dikelas saja yang punya hak terhadap diri kita, namun juga keluarga terdekat kita di rumah yang memerlukan perhatian. Guru yang pandai mengelola waktu membedakan prioritas dalam bekerja, mana yang mesti dikerjakan sekarang atau yang mesti digarap secara bertahap.
3. Menghargai proses.
Saat mengajar sering kita pulang ke rumah dalam keadaan yang sangat lelah. Sering juga kita dilanda kebosanan sambil berucap dalam hati “seperti inikah rasanya jadi guru”. Sebagai manusia biasa wajar sekali jika perasaan itu datang. Semua perasaan tersebut akan hilang jika sebagai guru kita menghargai proses. Proses yang saya maksud adalah seperti jalannya atau perputaran alam semesta yang kita rasakan. Ada pagi ada siang, ada gelap dan ada terang. Jika suatu saat kita gagal atau belum berhasil dalam mengajar, hargailah usaha yang diri kita sendiri lakukan. Sebab mengingat-ingat kegagalan tanpa memandang atau menghargai usaha diri kita sendiri akan membuat malas di kemudian hari untuk melakukan inovasi dalam mengajar. Ada perasaan khawatir atau takut untuk berubah hanya karena pernah gagal. Jika itu terjadi siswa yang akan jadi korban karena sebagai guru anda akan tampil biasa-biasa saja dan miskin inovasi.
4. Berpikiran terbuka
Informasi dan ilmu pengetahuan berkembang dan bertambah sedemikian pesatnya. Dalam hitungan detik informasi bertambah dengan cepat. Saat ini informasi ada di mana saja, semua tersedia tinggal bagaimana seseorang dengan pikirannya bisa mencerna dan memanfaatkan. Sebagai seorang guru sikap berpikiran terbuka inilah yang paling bermakna saat ini untuk diterapkan. Dengan berpikiran terbuka guru jadi mudah untuk menerima perbedaan dan senang akan perubahan. Di kelas dan sekolah sejak dulu siswa dibagi menjadi murid yang ‘pintar’, ‘bodoh’ dan ‘sedang-sedang saja’. Belum ada pikiran yang terbuka yang mengatakan bahwa setiap anak adalah unik dan bisa menjadi ‘juara’ di bidangnya masing-masing. Saat guru berpikiran terbuka ia akan bisa sekuat tenaga membuat setiap siswa di kelasnya meraih masa depan sesuai potensinya. Dengan pikiran terbuka guru juga jadi mudah untuk menyerap ilmu dari siapa saja tanpa mesti katakan “aah saya sudah tahu” atau “ah saya sudah pernah menerapkan” karena di masa sekarang ini ilmu bisa datang dari siapa saja, ia bisa datang dari buku dan media massa, sesama guru, orang tua siswa bahkan dari siswa kita di kelas.
5. Percaya diri
Bedakan antara rasa percaya diri dan sombong. Dalam mempersiapkan dan merencanakan pengajaran di kelas bisa saja guru mengatakan semua yang akan diajarkannya sudah ada di ‘luar kepala’ hal ini berarti sama saja mengatakan sebagai guru ia anti terhadap kegiatan belajar lagi. Padahal bukan seperti itu guru yang percaya diri. Guru yang percaya diri akan sekuat tenaga mempersiapkan sambil tetap percaya diri jika ada masalah yang timbul saat ia sedang melaksanakan perencanaan pengajarannya. Ia yakin sesulit apapun masalah yang timbul saat ia sedang melaksanakan hasil perencanaan pengajarannya, tetap akan memberikan pengalaman dan masukan bagi karier mengajarnya di masa depan.
Slide
Selasa, 04 Desember 2012
Jumat, 23 November 2012
PERAN GURU AGAMA
Sebuah pertanyaan yang menggambarkan kerendahan hati dan
keinginan untuk maju dari seorang guru Agama “ Apa kelemahan saya sebagai
guru sehingga pembelajaran agama di sekolah tidak memberikan dampak secara
signifikan terhadap perubahan akhlak siswa?”
Pertanyaan di atas adalah gambaran problem semua guru agama,
baik di sekolah negeri maupun swasta, bahkan untuk sekolah Islam sekalipun.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu di ditinjau kembali tentang
eksistensi keberadaan guru agama tersebut di sekolahnya. Untuk apa guru agama
berada di sekolah? Apakah keberadaan dan posisi guru agama di sekolah sama
dengan guru bidang studi lainnya? Jika sama, maka apa yang membedakan guru
agama dengan guru lain? Peran dan fungsi guru Agama tidak lebih dari hanya guru
bidang studi dengan 3 jam pelajaran per minggu seperti hanya guru bidang studi
kesenian, olah raga atau yang lainnya. Guru agama hanya menjadi bagian kecil
dari keseluruhan sistem sekolah. Inilah sumber kelemahan yang paling mendasar
dari guru-guru agama di sekolah.
Untuk Apa Guru Agama di Sekolah
Perbaikan mutu pembelajaran agama di sekolah hendaknya
berawal dari memperjelas keberadaan atau misi guru agama di sekolah
tersebut. Jika guru agama menghendaki keberadaannya akan mampu mengubah secara
signifikan akhlak siswa, maka guru agama harus memposisikan diri sebagai agent
of change di sekolah. Sadarilah bahwa selama ini semua mata siswa tertuju
pada guru, mereka mengamati seluruh perilaku dan menunggu peran besar guru
agama untuk memberi warna yang berarti bagi kehidupan spiritual di
sekolah.
Minggu, 11 November 2012
Hizbul Wathan adalah sebuah ortom Muhammadiyah yang bergerak di bidang Kepanduan. Bahkan, Hizbul Wathan pun merupakan satu-satunya kepanduan Islam diakui di Indonesia ini. Hizbul Wathan ini didirikan oleh K.H.A.Dahlan di Yogyakarta, tepatnyan di Kauman. Awal mula berdirinya kepanduan ini, karena kekaguman K.H.A.Dahlan sewaktu melihat barisan yang rapi nan indah dengan memakai seragam bagus, yang sedang latihan di Pura Mangkunegaran, Solo. Beliau melihat itu sepulang dari pengajian STAV yang diadakan setiap Ahad. Barisan itu bernama J.P.O. (Javaansche Padvinders Organisatie ). Sepulang dari Solo, beliau memanggil Bpk. Somodirdjo dan Bpk. Syarbini untuk membicarakan perihal yang sangat menarik perhatian beliau.
Pada tahun 1336 H bertepatan dengan 1918 M, Kepanduan Hizbul Wathan resmi berdiri. Tapi, namanya waktu itu adalah “Padvinder Muhammadiyah” (Kepanduan Muhammadiyah), yang kemudian berganti nama menjadi “ Hizbul Wathan” dan mempunyai arti “Pembela Tanah Air”. Pergantian nama ini dilakukan di rumah Bpk. H. Hilal di Kauman, dan nama Hizbul Wathan ini diterima atas usul Bpk. Hadjid.
Namun, pada tahun 1943, kepanduan Hizbul Wathan bersama dengan kepanduan lainnya dibubarkan oleh pemerintahan penjajahan Jepang. Kemudian, dengan segala upaya pada tanggal 29 Januari 1950 Hizbul Wathan bangkit kembali dengan perubahan-perubahan. Tapi, sungguh sayang pada tanggal 9 Maret 1961, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomer : 238/ 61, Kepanduan Hizbul Wathan dan kepanduan lainnya dilebur ke dalam Pramuka.
Setelah tertidur lama, pada tanggal 10 Sya’ban 1420 H atau bertepatan dengan tanggal 18 November 1999 M. Kepanduan Hizbul Wathan dibangkitkan kembali oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Surat Keputusan No : 92/SK-PP/VI-B/1.b/1999 M. Dan dipertegas dengan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor : 10/KEP/I.O/B/2003 M.
Pada tahun 1336 H bertepatan dengan 1918 M, Kepanduan Hizbul Wathan resmi berdiri. Tapi, namanya waktu itu adalah “Padvinder Muhammadiyah” (Kepanduan Muhammadiyah), yang kemudian berganti nama menjadi “ Hizbul Wathan” dan mempunyai arti “Pembela Tanah Air”. Pergantian nama ini dilakukan di rumah Bpk. H. Hilal di Kauman, dan nama Hizbul Wathan ini diterima atas usul Bpk. Hadjid.
Namun, pada tahun 1943, kepanduan Hizbul Wathan bersama dengan kepanduan lainnya dibubarkan oleh pemerintahan penjajahan Jepang. Kemudian, dengan segala upaya pada tanggal 29 Januari 1950 Hizbul Wathan bangkit kembali dengan perubahan-perubahan. Tapi, sungguh sayang pada tanggal 9 Maret 1961, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomer : 238/ 61, Kepanduan Hizbul Wathan dan kepanduan lainnya dilebur ke dalam Pramuka.
Setelah tertidur lama, pada tanggal 10 Sya’ban 1420 H atau bertepatan dengan tanggal 18 November 1999 M. Kepanduan Hizbul Wathan dibangkitkan kembali oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Surat Keputusan No : 92/SK-PP/VI-B/1.b/1999 M. Dan dipertegas dengan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor : 10/KEP/I.O/B/2003 M.
Selasa, 06 November 2012
Ikhlas maupun tidak ikhlas seorang guru dalam mengajar tetap
harus mengajar, namun perbedaannya adalah ketika guru itu tidak ikhlas dalam
mengajar, maka tugas itu terasa berat buat dia, waktu terasa lama dan semua
terasa lambat, dan materi yang disampaikannya terasa sulit, bagi dia saja sudah
terasa sulit apalagi bagi muridnya. Bedakan dengan guru yang ikhlas dalam
mengajar, semua terasa ringan dalam mengajar, materi yang disampaikan terasa
mudah, senyum di wajahnya terasa teduh, membuat murid merasa nyaman, dan
senang, sehingga materi yang disampaikan terasa mudah diserap oleh
murid-muridnya, sehingga jangan heran guru yang ikhlas mempunyai daya
gugah dan ubah yang dahsyat.
Jika ditinjau secara psikologis orang yang ikhlas
akan memperoleh ketenangan jiwa, sederhananya, kecemasan itu berbanding
terbalik dengan ketenangan jiwa dan kejernihan pikiran, sehingga dapat
dipastikan apa yang dikerjakannya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat buat
dirinya dan orang lain, semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang
ikhlas.
Senin, 15 Oktober 2012
JUDI SABUNG AYAM
Sebuah arena judi sabung ayam yang berada di tepi Bengawan Solo Desa Prijek Ngablak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, akan dilakukan penggrebekan oleh sejumlah petugas kepolisian jajaran Polres Lamongan . Penggerebekan judi sabung ayam ini dipimpin lansgung Kasat Reskrim AKP Hasran bersama sejumlah anggotanya. Selain berhasil membekuk lima belas orang di arena lokasi judi sabung ayam dan domino, petugas mengamankan barang bukti berupa 7 ayam jago, puluhan sepeda motor dan uang sebesar Rp 1. 700.000 serta 15 orang yang diduga pelakui judi sabung ayam dari berbagai desa di Kecamatan Karanggeneng yang berlokasi di tanah bantaran Bengawan Solo, Desa Prijekngablak Kecamatan Karanggeneng. Kelima belas orang yang berhasil diamankan langsung digiring ke Mapolres Lamongan dan baru tiba sekitar pukul 20.45 WIB. Mereka yang diamankan untuk sementara masih dimintai keterangan secara maraton oleh reskrim unit 1 dibantu unit rekarim lainnya.
Namun dalam peristiwa rencana pengrebekan judi sabung ayam tersebut sedikitnya 5 orang ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa setelah melompat ke dalam sungai Bengawan Solo saat mengetahui sejumlah petugas kepolisian datang di lokasi sabung ayam tersebut.
Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun , kejadian patroli untuk melakukan pengrebekan tersebut berawal saat sejumlah petugas kepolisian Polres Lamongan mendapatkan informasi bahwa ditempat itu sering dijadikan tempat untuk sabung ayam oleh sejumlah warga dari berbagai daerah.
Petugas yang baru datang dilokasi TKP sabung ayam itu langsung membuat sejumlah orang yang berada di lokasi sabung ayam itu yang diduga ikut bermain judi tersebut langsung berhamburan melarikan menghindari kejaran petugas yang akan melakukan penggrebekan.
Bahkan menurut keterangan dari sejumlah warga desa setempat bahwa puluhan orang yang sedang berada di lokasi perjudian adu ayam tersebut langsung berlarian dan melompat ke dalam sungai yang lokasi tak juah dari tempat sabung ayam itu saat mengetahui kendaraan polisi. "Mungkin mereka takut polisi makannya banyak yang langsung melompat ke sungai," ujar Ahmad salah satu warga setempat.
Dari data sementara yang berhasil dihimpun , korban tewas tenggelam dalam penggrebekan judi sabung ayam tersebut adalah Siswantono (34) asal Karangasem, Kecamatan Paciran, Fuad (60) warga Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Su'udi (40) dan Khudlori, keduanya asal Desa Tracal, Kecamatan Karanggeneng dan Tohaji (30)warga Desa Prijekngablak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.
Setelah dilakukan evakuasi jenazah para korban tenggelam yang diduga pelaku judi sabung ayam yang akan menyeberang sungai Bengawan Solo itu langsung di bawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan guna dilakukan visum terhadap jenazah itu.
Sementara itu petugas Kepolisian bersama dengan warga setempat masih melakukan pencarian untuk memastikan apakah masih ada korban tenggelam yang masih hilang dalam peristiwa tersebut.
Namun dalam peristiwa rencana pengrebekan judi sabung ayam tersebut sedikitnya 5 orang ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa setelah melompat ke dalam sungai Bengawan Solo saat mengetahui sejumlah petugas kepolisian datang di lokasi sabung ayam tersebut.
Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun , kejadian patroli untuk melakukan pengrebekan tersebut berawal saat sejumlah petugas kepolisian Polres Lamongan mendapatkan informasi bahwa ditempat itu sering dijadikan tempat untuk sabung ayam oleh sejumlah warga dari berbagai daerah.
Petugas yang baru datang dilokasi TKP sabung ayam itu langsung membuat sejumlah orang yang berada di lokasi sabung ayam itu yang diduga ikut bermain judi tersebut langsung berhamburan melarikan menghindari kejaran petugas yang akan melakukan penggrebekan.
Bahkan menurut keterangan dari sejumlah warga desa setempat bahwa puluhan orang yang sedang berada di lokasi perjudian adu ayam tersebut langsung berlarian dan melompat ke dalam sungai yang lokasi tak juah dari tempat sabung ayam itu saat mengetahui kendaraan polisi. "Mungkin mereka takut polisi makannya banyak yang langsung melompat ke sungai," ujar Ahmad salah satu warga setempat.
Dari data sementara yang berhasil dihimpun , korban tewas tenggelam dalam penggrebekan judi sabung ayam tersebut adalah Siswantono (34) asal Karangasem, Kecamatan Paciran, Fuad (60) warga Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Su'udi (40) dan Khudlori, keduanya asal Desa Tracal, Kecamatan Karanggeneng dan Tohaji (30)warga Desa Prijekngablak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.
Setelah dilakukan evakuasi jenazah para korban tenggelam yang diduga pelaku judi sabung ayam yang akan menyeberang sungai Bengawan Solo itu langsung di bawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan guna dilakukan visum terhadap jenazah itu.
Sementara itu petugas Kepolisian bersama dengan warga setempat masih melakukan pencarian untuk memastikan apakah masih ada korban tenggelam yang masih hilang dalam peristiwa tersebut.
Senin, 08 Oktober 2012
PEDOMAN UKG 2012
Assamamu'alaikum...... Bapak Ibu Guru tercinta , kami akan membantu Bapak/Ibu yang ingin tahu pedoman Ujian Kompetensi Guru Tahun 2012 dengan cara mendownload di Blog ini, Oleh sebab itu tanpa basa basi silakan klik di SINI
Kamis, 04 Oktober 2012
Di Indonesia, pada umum, kita sudah lama
mengutamakan pengetahuan, yang dipercaya adalah indikator kecerdasan bangsa.
Tetapi selama beberapa tahun terakhir ini kita sudah terpaksa menghadapi
beberapa isu yang mengancam perkembangan negara kita termasuk Jumlah
Pengangguran, Lulusan Kita Kurang Kreatif, Inovatif, dan Tidak dapat Mandiri,
dan isu-isu seperti Moral dan Karakter Bangsa - yang hanya dapat diatasi oleh
pendidikan yang Holistik, Relevan dan Berarti.
Kita sudah membaca banyak informasi dari luar negeri mengenai konsep "Knowledge-Based" Society yang diterjemahkan menjadi Society "yang Berbasis-Pengetahuan". Tetapi pengetahuan saja, tanpa pikiran kritis, kemampuan analisis, sintesis, inovasi, dan kreativitas, dll. yang dikembangkan oleh pendidikan yang bermutu jelas tidak dapat mencapai bangsa yang cerdas.
Kita sepertinya tidak memperhatikan faktor utama di negara-negara lain yang mendukung konsep "Knowledge-Based Society", yaitu, mereka terus melaksanakan metodologi pembelajaran yang mengajak dan mengembangkan bangsa yang cerdas dan mampu menggunakan "knowledge" secara efektif, yaitu "Pembelajaran-Aktif dan Kontekstual" (PAKEM), yang adalah fondasi perkembangan SDM (manusia yang berkualitas, yang diberdayakan oleh pendidikan yang "Holistik dan Relevan"
Kita sudah puluhan tahun menyaksikan bahwa program-program berbasis pelatihan guru di luar Madrasah-nya gagal meningkatkan kemampuan guru secara signifikan (sampai mutu pendidikan kita sudah menjadi krisis). Mengapa begini? Isu utama adalah motivasi guru untuk ikut program-program pelatihan begini (pada umum) adalah ekstrinsik (misalnya tinggal di hotel mewah, makanan disediakan, juga insentif ekstrinsik yang lain-lain), bukan motivasi yang intrinsik yang mengutamakan profesionalisme. Juga seringkali guru-guru yang ikut kegiatan di luar Madrasah bukan guru yang terbaik atau mampu untuk mengimplementasikan perubahan (Change) dan gagal.
Isu kedua adalah kebudayaan di Madrasah guru-nya sendiri yang seringkali tidak mendukung perubahan (kemajuan), jadi setelah program pelatihan sudah selesai mereka kembali ke Madrasah tempat bertugas dan terus melaksanakan pembelajaran sesuai kebudayaan Madrasah (tanpa kemajuan).
Kami sangat mengerti bahwa "kita dapat mengantar kuda ke sungai, tetapi kita tidak dapat memaksakan kuda-nya minum". Jadi supaya kita adalah hemat dan efisien anggaran dan SDM kita, kita akan terfokus kepada Madrasah-Madrasah yang ingin mengarah ke Madrasah Berstatus "Madrasah Berkualitas".
Kita sudah membaca banyak informasi dari luar negeri mengenai konsep "Knowledge-Based" Society yang diterjemahkan menjadi Society "yang Berbasis-Pengetahuan". Tetapi pengetahuan saja, tanpa pikiran kritis, kemampuan analisis, sintesis, inovasi, dan kreativitas, dll. yang dikembangkan oleh pendidikan yang bermutu jelas tidak dapat mencapai bangsa yang cerdas.
Kita sepertinya tidak memperhatikan faktor utama di negara-negara lain yang mendukung konsep "Knowledge-Based Society", yaitu, mereka terus melaksanakan metodologi pembelajaran yang mengajak dan mengembangkan bangsa yang cerdas dan mampu menggunakan "knowledge" secara efektif, yaitu "Pembelajaran-Aktif dan Kontekstual" (PAKEM), yang adalah fondasi perkembangan SDM (manusia yang berkualitas, yang diberdayakan oleh pendidikan yang "Holistik dan Relevan"
Kita sudah puluhan tahun menyaksikan bahwa program-program berbasis pelatihan guru di luar Madrasah-nya gagal meningkatkan kemampuan guru secara signifikan (sampai mutu pendidikan kita sudah menjadi krisis). Mengapa begini? Isu utama adalah motivasi guru untuk ikut program-program pelatihan begini (pada umum) adalah ekstrinsik (misalnya tinggal di hotel mewah, makanan disediakan, juga insentif ekstrinsik yang lain-lain), bukan motivasi yang intrinsik yang mengutamakan profesionalisme. Juga seringkali guru-guru yang ikut kegiatan di luar Madrasah bukan guru yang terbaik atau mampu untuk mengimplementasikan perubahan (Change) dan gagal.
Isu kedua adalah kebudayaan di Madrasah guru-nya sendiri yang seringkali tidak mendukung perubahan (kemajuan), jadi setelah program pelatihan sudah selesai mereka kembali ke Madrasah tempat bertugas dan terus melaksanakan pembelajaran sesuai kebudayaan Madrasah (tanpa kemajuan).
Kami sangat mengerti bahwa "kita dapat mengantar kuda ke sungai, tetapi kita tidak dapat memaksakan kuda-nya minum". Jadi supaya kita adalah hemat dan efisien anggaran dan SDM kita, kita akan terfokus kepada Madrasah-Madrasah yang ingin mengarah ke Madrasah Berstatus "Madrasah Berkualitas".
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


