Slide

Kamis, 24 Mei 2012

Rasulullah SAW Panutan Kita


Rasulullah adalah anutan yang sempurna dengan teladan-teladan tinggi
yang melebihi semua keluhuran dan kebesaran manusia. Beliau masih dan akan
tetap menjadi mercusuar yang menerangi ufuk kegelapan dan celah-celah
kejahilan. Walaupun zaman terus beredar dan silih berganti, namun manusia tetap
dan masih mendapatkan dalam kepribadian Muhammad SAW contoh teladan yang
sempurna dan mulia sebagai menara yang melangit menunjuki jalan-jalan
kehidupan.
Allah SWT berfirman:
"Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: "Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada Kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah". Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. orang - orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya." (Al-An'am 124) Keagungan keteladanan yang sempurna hanya dimiliki Rasulullah SAW pembawa risalah abad ini, kesempurnaannya menyeluruh dan universal, baik yang berhubungan dengan masalah ibadah ataupun kezuhudan, atau yang menyangkut kepatuhan maupun kesabaran atau yang berkaitan dengan kekuatan dan keberanian, atau dalam masalah politik dan keteguhannya terhadap prinsip-prinsip hidup. Ini semua perlu kita selami bersama agar kita dapat minum dari air samudra kebesarannya dan telaga kesempurnaannya, mengisi perut kita yang sedang haus ini, membersihkan dan mensucikan kotoran-kotoran yang masih lengket di tubuh meneladani Rasulullah. kita, dengan harapan agar kita menjadi manusia yang suci yang bermental dan meneladani Rasulullah

Minggu, 13 Mei 2012

Glossari IPS MI Kelas V


Animisme : kepercayaan terhadap roh-roh yang mendiami semua benda.
Bandar udara : tempat mendarat dan tinggal landas pesawat terbang.
Bendungan : danau buatan yang dibuat dengan cara membendung sungai.
Cultuur Stelsel : tanam paksa yang dilakukan pada zaman penjajahan Belanda.
Dinamisme : kepercayaan bahwa segala sesuatu memiliki tenaga atau kekuatan gaib, misalnya benda-benda pusaka.
Distribusi : kegiatan menyalurkan atau menyebarluaskan barang dari produsen ke konsumen.
Garis bujur : garis khayal yang ditarik dari kutub utara ke kutub selatan.
Garis lintang : garis khayal yang melingkari bumi sejajar dengan garis khatulistiwa.
Gunung : bukit yang sangat besar dengan ketinggian lebih dari 600 di atas permukaan air laut.
Konsumsi : kegiatan menggunakan, memakai, atau menikmati barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Koperasi : badan usaha yang beranggotakan perseorangan atau badan hukum yang kegiatannya berdasarkan asas kekeluargaan.
Laut : kumpulan air asin yang menggenangi dan membagi daratan atau benua atau pulau.
Pelabuhan : tempat berlabuhnya kapal, baik untuk menaikan atau menurunkan barang dan orang.
Pesantren : lembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam.
Prasasti : tulisan pada batu.
Produksi : kegiatan menghasilkan barang atau meningkatkan manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan.
Rodi : kerja paksa tanpa diberi upah yang dilakukan pada zaman penjajahan Belanda.
Romusha : orang-orang yang dipaksa bekerja berat tanpa diberi upah yang dilakukan pada zaman penjajahan Jepang.
Rumah adat : bangunan khas suatu daerah.
Selat : laut sempit yang terletak di antara beberapa pulau.
Suku bangsa : kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial lain berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan, khususnya bahasa.
Syamanisme : kepercayaan bahwa roh di sekeliling manusia dapat menyusup dalam tubuh seorang dukun dalam suatu upacara adat.
Urbanisasi : perpindahan penduduk dari desa ke kota.

Rabu, 11 April 2012

PEDOMAN BSM 2012

Bapak Ibu Kepala Madrasah yang ingin tahu  Pedoman Bantuan Beasiswa Siswa Miskin ( BSM ) Tahun 2012 , kami MI Muhammadiyah Latukan melalui Blog ini  silakan  cari dengan cara klik disini ..semoga bermanfaat

Senin, 12 Maret 2012

PEMBELAJARAN PAKEM


Kami Penulis Blog MI Muhammadiyah Latukan ingin membantu mengimplementasikan programpendidikan bermutu yaitu” Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM),” secara nasional. PAKEM sudah terbukti berhasil di ribuan Madrasah di Indonesia tetapi sampai sekarang hanya dilaksanakan secara efektif di sebagian kecil Madrasah kita, karena jumlah SDM yang diperlui untuk melaksanakan pelatihan secara langsung di hampir 300.000 Sekolah / Madrasah tidak terjangkau. Beberapa tantangan lagi adalah guru-guru kurang mengerti keuntungan dari prosesnya karena banyak guru sendiri kelihatannya belum mengalami pembelajaran-aktif maupun kontekstual waktu mereka belajar, jadi niat guru untuk merubah kelihatannya adalah rendah, sama rendahnya dengan kemampuan mereka untuk melaksanakan pembelajaran aktif.
Menurut kami cara untuk membantu melaksanakan perkembangan mutu pendidikan adalah dengan memberdayakan guru-guru di lapangan dengan informasi yang tepat dan dapat dimanfaatkan secara langsung adalah :
Pertama : Program untuk meningkatkan mutu guru adalah berbasis keadaan di lapangan ( dapat mulai di semua  kondisi Madrasah di seluruh Daerah) 
Kedua     : menggunakan strategi-strategi yang mengarah ke Guru Yang Profesional, yaitu guru yang mau bertanggungjawab dan aktif untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme sendiri (guru yang dapat mandiri – meningkatkan profesionalisme secara swadaya). kalau guru kita tidak dapat mandiri, bagaimana kita dapat berharap pelajar kita dapat mandiri?
Di Indonesia kita mendorong konsep “Life-Long Learning”, apakah guru sendiri tidak dapat belajar secara mandiri? apakah ini masalah dengan mutu guru kita, atau masalah yang diulangkan terus karena mind-set dan paradigma pelatih guru kita?  Siapa yang paling beruntung dari kegiatan-kegiatan pelatihan guru? Kalau kita menuju guru kreatif dan profesional, pelatih-pelatih guru kita juga harus sangat profesional (menganalisa dan mencari solusi-solusi yang lebih baik dan profesional) Mengapa kita terus melanjutkan strtategi-strategi yang gagal dan tidak mungkin dapat dilaksanakan secara rutinitas untuk semua guru kita ?
Kami sudah menyaksikan bahwa pelatihan yang dilaksanakan di luar sekoloah ( yang tidak    mengkaitkan semua stakeholders ) terus gagal karena kamauan guru didalam mencari perubahan yang positif seringkali tidak diutamakan dan hanya sebagai peserta dan pendengar saja, hal inilah yang menggagalakan rencana untuk perubahan.
Disinilah Blog kami sebagai sebagai salah satu sumber informasi untuk membantu meningkatan pengertian terhadap isu-isu perkembangan guru, juga dapat downloads beberapa regulasi sebagai salah satu strategi untuk menyampaikan bahan pembelajaran ke guru
Untuk Perkembangan Madrasah guru yang sudah cukup berpengalaman dengan Pembelajaran-Aktif. Oleh kare itu kita tidak menggunakan ICT dalam proses pembelajaran, karena proses meningkatkan mutu guru perlu pembelajaran yang aktif, yang hanya dapat dilaksanakan oleh guru terutama guru profesional.
Oleh sebab itu untuk melaksanakan program perkembangan mutu pendidikan bagi semua guru yang mau berpartisipasi.perlu sekali untuk dapat mengakses Internet dalam rangka mencari informasi yang sangat Rialistik, Terjangkau dan Menuju Profesionalisme (Perkembangan Mutu Tanpa Batas).Dengan strategi begini kita dapat memanfaatkan teknologi secara efisien dan efektif, dan tidak terkait dengan metodologi e-Learning atau Multi-Media-Based Learning saja

Sabtu, 10 Maret 2012

TANGGUNG JAWAB MORAL


Ada  sebagian remaja dan anak – anak usia sekolah di Latukan yang melakukan tindakan yag tidak sesuai dengan hasil sebuah pendidikan, Pencurian yang kerap dilakukan oleh para anak-anak usia sekolah , perkelahian para remaja dan tindakan- tindakan yang tidak mencerminkan akhlak mulia.
Kejadian diatas itu sebagian kecil yang ada di Latukan , dan itu mungkin juga terjadi di berbagai wilayah/desa-desa yang lain  di sekitar Latukan , dan tidak bisa kita pungkiri ..itu semua dilakukan karena beberapa faktor diantaranya
Faktor Orang Tua :  Banyak orang tua yang kurang menyadari atau kurang faham dengan efek dan hasil sebuah pendidikan  yang dipilihnya, hasil sebuah pendidikan bukan hanya karena fasilitas yang ada namun semangat dan keikhlasan guru dalam membina dan mengarahkan juga tak kalah penting dari
Faktor Sekolah / Madrasah  : Ditempat inilah anak dibina , diarahkan, ditunjukkan, di motivasi dll. Komitmen Sekolah dan Komponen Sekolah sangat mendukung untuk proses pembinaan anak, keikhlasan dan kerelaan guru menjadikan hal penting didalam membina anak. Banyak guru yang hanya mengutamakan imbalanya saja tanpa mengedepankan profesinya sebagai guru.
Faktor Masyarakat   : Anak secara langsung maupun tidak langsung menjadi bagian kelompok di masyarakat, dari sinilah pengaruh baik dan buruk di masyarakat, teman pergaulan dan lingkungan sekitar sangat beraneka ragam.Efek dan hasil sebuah pendidikan akan dibuktikan dilingkungan ini.
Menyikapi kejadian , peristiwa tersebut di atas MI Muhammadiyah Latukan tidak segan – segan melakukan Pembinaan  Anak, Pendekatan Orangtua dan Keluarga, serta penyiapan kader yang akan terjun di masyarakat, dengan akhlak mulia, sikap dan tingkah laku yang baik serta ikatan terhadap agama yang kuat. agar lulusan yang dihasilkan tidak menjadi sampah dimasyarakat ,dan selalu mandiri 

Kamis, 08 Maret 2012

TETAP SEMANGAT

Kecil dan outbondsedikit bukan menjadi kendala, kisah  Laskar Pelangi menjadikan inspirasi dan tekad guru kami, Kualitas adalah tujuan kami manfaat adalah dasar kami didalam mengelolah Lembaga Pendidikan. Untuk itu peran guru yang pertama dan utama adalah sebagai pendidik. Sebagaimana yang kami lakukan kami menciptakan suasana belajar di kelas yang tidak hanya dibatasi oleh dinding, dengan sebelumnya melaksanakan perencanaan. Guru MI Muhammadiyah Latukan meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai lain yang sejenis yang belum diketahui anak dan seharusnya diketahui oleh anak.
Selain itu juga kami berusaha agar anak mampu untuk menemukan sendiri ilmu pengetahuan itu. Sebagai bekal anak beradaptasi di masyarakat dan  kelompok-kelompok kecil yang ada di lingkungan anak , dengan bekal kemampuan wawasan intelektual yang didasari  pemahaman agama yang kuat  serta mengedepankan akhlakul karimah . Disamping itu juga kami mempersiapkan masa depan anak  untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Yang terpenting apa yang kami lakukan dan kami berikan kepada anak,  dapat dilihat dan dirasakan hasil dan manfaatnya oleh masyarakat yang ada di Latukan  khususnya