Header 1
Header 2
Header 3
Header 4
Header 3
Header 3
Header 3
Header 8

Sabtu, 10 Oktober 2026

Latihan Pembuatan Tandu Darurat Hizbul Wathan


Hizbul Wathan (HW) MI Muhammadiyah Latukan bersama-sama berlatih kemampuan mereka dalam pembuatan Tandu Darurat. Dimana Pembina HW Ramanda Umami Wahyuningsih, S.Pd memaparkan bahwa Cara membuat usungan, atau tandu darurat merupakan salah satu materi teknik Hizbul Wathan yang wajib dikuasai oleh seorang Hizbul Wathan . Ketrampilan membuat tandu darurat akan sangat diperlukan ketika saat-saat darurat utamanya ketika terjadi kecelakaan yang membutuhkan evakuasi korban. Karena itu penguasaan keterampilan Pertolongan Pertama Dalam Kecelakaan pembuatan tandu sering kali dilombakan dalam kegiatan Ceria Pandu Athfal Hizbul Wathan.

Murid Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Latukan membuat Tandu Darurat dengan memanfaatkan tongkat dan tali yang tersedia. Karena sifatnya yang darurat, peralatan yang digunakan adalah yang umumnya tersedia saat kegiatan. Kalaupun tidak ada, bisa memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia. Peralatan itu antara lain: Tongkat HW 2 buah, digunakan sebagai induk dragbar; standar tongkat yang digunakan untuk membuat dragbar seharusnya mempunyai panjang 225 cm, namun karena biasanya yang tersedia adalah tongkat pramuka berukuran 160 cm, tongkat inipun bisa digunakan tentunya dengan memperhatikan kondisi luka korban. Lalu Tali pandu HW secukupnya .

Adapun untuk membuat atau merakit tandu darurat caranya adalah sebagai berikut yaitu rebahkan dua tongkat pramuka (ukuran 160 cm) secara sejajar dengan jarak kurang lebih 50 cm, ini menjadi induk tandu. Ikat keempat pertemuan induk dragbar menggunakan ikatan Simpul Pangkal: Digunakan pada bagian awal dan akhir ikatan tali untuk mengunci tali pada tongkat utama Simpul Jangkar: Digunakan untuk membuat anyaman atau jaring pengaman di tengah tandu agar kokoh menahan beban. Simpul Mati: Digunakan untuk mengakhiri dan mengunci setiap simpul agar tidak mudah lepas Itulah cara membuat dragbar darurat, sekilas memang rumit akan tetapi dengan banyak berlatih dan jika dikerjakan bersama-sama dengan kompak tentu akan dapat terselesaikan dengan cepat dan mudah.


Senin, 05 Oktober 2026

MIM Latukan Gelar STS Berbasis Komputer , Siswa Antusias Ikuti Asesmen


MI Muhammadiyah Latukan melaksanakan Sumatif Tengah Semester (STS) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung mulai Senin hingga Sabtu (28 September–3 Oktober/2026) tersebut dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi digital melalui komputer di Lab Komputer Lembaga

Pelaksanaan STS berlangsung di ruangan Laboratorium Komputer Dengan sistem berbasis komputer dan Android, para siswa mengerjakan soal secara digital sesuai jadwal dan mata pelajaran yang telah ditentukan.

Sejak hari pertama, siswa tampak antusias mengikuti STS. Mereka datang dengan persiapan masing-masing dan mengikuti proses asesmen dengan tertib. Pemanfaatan perangkat digital juga membuat pelaksanaan sumatif terasa lebih dekat dengan kebiasaan siswa dalam menggunakan teknologi.

Ketua Panitia STS Efi Susianingsih, S.Pd, mengatakan pelaksanaan STS berbasis digital menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan proses asesmen yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Menurut Efi, penggunaan komputer dan Android juga memberikan kemudahan dalam pengelolaan pelaksanaan asesmen. Sekolah dapat mengatur pelaksanaan secara lebih terstruktur sekaligus menyesuaikan dengan kesiapan sarana dan kondisi siswa.

Sementara itu, Penaggungjawab Ruang Laboratorium Komputer MIM Latukan ,Umami Wahyuningsih, S.Pd , menjelaskan bahwa tim IT telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pelaksanaan STS berbasis digital berjalan lancar