Slide

Senin, 18 Juli 2016

IKRAR GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


IKRAR GURU
MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH LATUKAN

  1. Menjunjung tinggi kedisiplinan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
  2. Membantu Kepala Madrasah dalam mensukseskan tujuan pendidikan
  3. segala tata tertib yang menjadi ketetapan lembaga pendidikan
  4. Mengedepankan kekompakan serta rasa kebersamaan dalam bertugas
  5. Tidak membuat kebijakan-kebijakan penting tanpa sepengetahuan Kepala Madrasah
  6. Tidak meninggalkan kewajiban, baik mengajar maupun tugas-tugas lain, kecuali setelah memberitahu pengelola Madrasah.
  7. Siap bahu-membahu membawa lembaga pendidikan kepada kemajuan dan kesuksesan bersama
  8. Memahami sepenuhnya berbagai ketentuan umum dewan Guru dan Tata Usaha Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Latukan
  9. Jika dikemudian hari saya terbukti melalaikan beberapa ketentuan tata tertib yang ada, maka semua tugas dan kewajiban saya di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Latukan Karanggeneng Lamongan dinyatakan selesai.



Jumat, 27 Mei 2016

KARAKTERISTIK GURU PROFESIONAL

Karakteristik guru profesional yang pertama adalah keikhlasan dalam mendidik. Hal ini bermakna bahwa seorang guru selalu memiliki waktu untuk mendidik siswanya menjadi lebih baik. Kapanpun seorang siswa membutuhkan bimbingan, ia akan bersedia memberikannya. Ciri yang kedua adalah mengajarkan sesuatu yang bermanfaat. Maka seorang guru harus selalu menerangkan tujuan pembelajaran dalam bentuk yang teratur. Ciri yang ketiga seorang guru harus mendisiplinkan siswa dengan bentuk contoh. Dengan kata lain, sebelum mengajarkan kepada siswanya untuk berdisiplin dalam belajar, seorang guru harus memberikan contoh terlebih dahulu misalnya dengan selalu datang mengajar tepat waktu Ciri Guru Profesional yang keempat adalah seorang guru merupakan seorang manajer kelas sekaligus. Wakilnya adalah ketua kelas. Dengan kata lain, seorang guru profesional memiliki kemampuan yang memadai untuk menciptakan situasi kelas yang kondusif. Ciri yang selanjutnya, seorang guru harus mempercayai bahwa siswanya memiliki peluang untuk menjadi seorang yang sukses. Senakal apapun siswa yang bersangkutan, seorang guru harus memiliki kesabaran membimbingnya. Ciri yang keenam adalah bahwa guru harus mengajarkan apapun yang dia ketahui pada siswanya dengan harapan mereka bisa menjadi lebih baik daripada dirinya sendiri.

Selasa, 24 Mei 2016

TANGGUNG JAWAB GURU

Tanggung Jawab Guru - Guru dikatakan sempurna apabila mempunyai tanggung jawab yang dijalankan dengan baik. Guru adalah seorang pendidik yang juga merupakan pembimbing. Dalam bidang kemanusiaan di sekolah, guru harus bisa menjadi dirinya sebagai orangtua kedua bagi siswa. Seorang guru harus bisa menarik simpati agar menjadi idola para siswa dan disukai sehingga siswa senang belajar dengan guru.

Para ahli menyebutkan bahwa tanggung jawab guru harus bisa menuntut murid untuk belajar, yang terpenting adalah membuat rencana dan menuntut murid untuk melaksanakan kegiatan belajar guru agar mencapai pertumbuhan serta perkembangan seperti yang diharapkan. Guru mempunyai tanggung jawab untuk turut serta dalam membina kurikulum sekolah. Guru sesungguhnya adalah seorang kunci yang paling tahu mengenai keperluan kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.

Guru bertanggung jawab untuk melaksanakan pembinaan kepada diri siswa baik kepribadian, watak serta
jasmaniah. Menyalurkan ilmu pada murid sebenarnya bukan pekerjaan yang sulit. Namun membina murid supaya menjadi manusia berkarakter pasti bukan pekerjaan yang gampang. Seorang guru bertanggung jawab untuk memberikan bimbingan kepada siswa. Bimbingan tersebut supaya siswa bisa mengenal dirinya sendiri, menyelesaikan masalahnya sendiri, serta mempunyai emosional yang baik.

Guru bertanggung jawab untuk melakukan diagnosis dari kesulitan belajar serta melakukan penilaian belajar siswa, melakukan penelitian. Guru sebagai orang yang bergerak dibidang pendidikan harus selalu memperbaiki caranya bekerja. Guru bertanggung jawab untuk mengenal masyarakat. Seorang guru tidak mungkin menjalankan tugas dengan efektif, apabila guru tidak mengenal masyarakat. Guru bertanggung jawab untuk ikut menyukseskan pembangunan yang merupakan cara paling tepat untuk membawa masyarakat menjadi kesejahteraan. Pembangunan tersebut adalah pembangunan bidang spiritual dan materiil.

Guru mempunyai tanggung jawab moral dimana setiap guru haru mempunyai kemampuan untuk menghayati perilaku serta etika yang sesuai dengan Pancasila sekaligus mengamalkannya. Tanggung jawab guru dalam bidang pendidikan di sekolah adalah harus menguasai cara pengajaran yang efektif dimana guru harus bisa menjadi model bagi murid, bisa memberi nasihat, menguasai teknik bimbingan serta layanan dan bisa membuat serta melaksanakan evaluasi yang lain.

Sabtu, 19 Maret 2016

PPL SEKOLAH TINGGI KESENIAN WILWATIKTA SURABAYA


Program pengalaman lapangan merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilaksanaan oleh mahasiswa STKW Surabaya untuk mencapai gelar sarjana pendidikan. Mencakup latihan mengajar secara terbimbing, terpadu, maupun tugas – tugas keguruan dan kependidikan lain untuk memenuhi persyaratan profesi kependidikan.

Program pegalaman lapangan yang dilaksanakan mahasiswa di sekolah sebenarnya bukan kegiatan pengabdian pada sekolah yang bersangkutan, tapi PPL adalah kegiatan kependidikan untuk meningkatkan dan memperdalam ketrampilan mahasiswa yang terkait dengan praktik mengajar dan praktik persekolahan. Dengan demikian kegiatan PPL harus lebih menekankan ketrampilan mahasiswa dalam bidang keguruan, baik itu kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan manajemen sekolah lainnya.

Dalam proses Program Pengalaman Lapangan (PPL) ini Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta  Surabaya (STKW) bekerja sama dengan sekolah – sekolah dasar dan  menengah di Lamongan yang sebagian ada yang bernaung di bawah institusi muhammadiyah. Demikian juga sekolah tempat pelaksanan PPL penulis laporan ini, yaitu di MI Muhammadiyah Latukan Karangggeneng

Dalam pelaksanaannya mahsiswa dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari STKW, Koordinator PPL dan Guru Pamong yang telah ditunjuk oleh Kepala Sekolah dengan dasar kesesuaian mata pelajaran dan pengalaman mengajar. Sehingga diharapkan melalui Program Pengalaman Lapangan (PPL) di MI Muhammadiyah Latukan mampu membentuk sepuluh kompetensi yang dipersyaratkan untuk menjadi guru yang professional.

B. Tujuan PPL bagi Mahasiswa

1. Tujuan dari kegiatan PPL adalah sebagai berikut :

a. Membentuk profesionalitas guru atau tenaga kependidikan, baik yang berkenaan dengan latihan mengajar di kelas, pengelolhan administrasi sekolah maupun dalam memecahkan persoalan sekolah.

b. Memenuhi syarat target kurikulum

Untuk merealisasikan tujuan tersebut setiap aktivitas PPL harus mengacu pada terbentuknya tenaga kependidikan yang formal.

2. Sasaran

Secara garis besar landasan dari kegiatan PPL adalah sepuluh kompetensi guru, namun dalam rangka pengembangan, maka orientasi kerja PPL diarahkan pada prinsip fungsional artinya peserta harus memenuhi target dalam pencapaian volume kerja seperti yang telah ditentukan oleh sekolah yang bersangkutan.

Dalam hal ini sasaran dimaksudkan sebagai program pengalaman lapangan pribadi calon pendidik yang memiliki seperangkat pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap serta pola tingkah laku yang diperlukan bagi profesi tenaga kependidikan serta mampu dan tepat menggunakannya dalam penyelengaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Selasa, 22 Desember 2015

PERKEMAHAN PENGGALANG KWARRAN KARANGGENENG 2015

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat Belajar dan Berbagi. Setelah sebelumnya saya posting tentang Ceria Pandu Athfal (CPA) di Babat Tahun 2015 . Kali ini tentang Kegiatan Kepramukaan yaitu Kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (PERJUSAMI) Pramuka Penggalang Tingkat SD/MI yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Lapangan Garuda Karanggeneng Kabupaten Lamongan tanggal 18 - 20 Desember 2015. 
Kegiatan Perjusami tersebut diikuti oleh Pramuka Penggalang SD/MI dari Gugus Depan yang ada di wilayah Kecamatan Karanggeneng tidak ketinggalan peserta dari MI Muhammadiyah Latukan yang ikut dalam kegiatan tersebut, meskipun ekstra yang dilaksanakan adalah HW akan tetapi tetap antusias mengikuti kegiatan tersebut. buktinya dengan ketentuan Masing masing 2 regu tiap gudep , alhamdulillah Mi Muhammadiyah Latukan mengirim peserta 2 regu putra dan putri.

Gerakan pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda yang mempunyai tugas pokok, antara lain mempersiapkan generasi muda yang cakap mental, terampil, bermoral, berahklak mulia menuju manusia seutuhnya, dan berperan aktif dalam mengisi kemerdekaan nasional sehingga terwujud masyarakat Indonesia yang adil, makmur dan penuh kedamaian di bawah lindungan Allah SWT.
Perkemahan ini bertujuan untuk menggalang persatuan dan kesatuan antara sesama anggota Gugus Depan, sebagai wadah pertemuan dan silaturahmi dalam mempererat persaudaraan antara anggota Gugus Depan dan Mempersiapkan mental dan kepribadian anggota pramuka penggalang tingkat SD/MI di Kecamatan Karanggeneng

Rabu, 30 September 2015

CERIA PANDU ATHFAL KABUPATEN LAMONGAN 2015

Hizbul Wathan Lamongan kembali menggelar Jambore Tingkat Kabupaten, yang dikemas dalam “Ceria Pandu Athfal 2015” Tingkat SD/MI se-Kabupaten Lamongan. Sebanyak 1.500 siswa perwakilan dari 50 sekolah salah satunya adalah peserta dari MI Muhammadiyah Latukan Karanggeneng yang mengikuti acara itu di Bumi Perkemahan Lapangan Sawunggaling, Lamongan, Jawa Timur.

Kegiatan dipusatkan di Lantai 3 SMKM 5 Babat Lamongan. Selain dibekali ilmu tentang kepramukaan, peserta Jambore juga diberikan materi menulis dengan mendatangkan motivator dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Aliya Nurlela.

Selain dikenal sebagai Sekjen FAM Indonesia, Aliya merupakan seorang penulis cerpen, esai dan novel. Novel terbarunya “Senyum Gadis Bell’s Palsy” sedang dalam proses terbit.

“Jambore ini rutin diadakan setiap tahun dan sudah berlangsung 15 tahun. Tujuannya sebagai silaturahim pelajar, menumbuhkan kreativitas, dan pembentukan karakter siswa. Di dalamnya ada lomba menulis cerpen dan puisi. Harapannya agar para siswa termotivasi berkarya,” ujar Fathurrohim Syuhadi, Ketua Panitia Jambore.

Sekitar 200 siswa perwakilan 50 sekolah se-Lamongan mengikuti pelatihan menulis kreatif ini. Salah satunya siswa Sitatu Zahrah asal MI Muhammadiyah Latukan yang mengikuti kegiatan tersebut yang menjadi peserta lomba menulis cerpen dan baca puisi. Selain Aliya Nurlela, juri juga melibatkan Ahmad Fanani Musa (penulis, presenter entertainment dan reporter Majalah *Arsega*).

Pada kesempatan itu, Aliya Nurlela memberikan bimbingan dasar-dasar menulis cerpen dan menceritakan proses kreatifnya melahirkan sejumlah buku. Aliya Nurlela juga memberikan beberapa buku sebagai hadiah *doorprize* kepada peserta pelatihan.